Project 2 - Daniel Elfresh
TECTONIC2010 |
Second Year Studio |
The Death of Marat
Lukisan The death of Marat merupakan salah satu lukisan yang kontroversial dari Jacques Louis David. Lukisan ini dibuat ketika masa revolusi Perancis sedang berlangsung dimana sang Marat merupakan salah satu tokoh yang mendukung hukuman pancung bagi para pemberontak. Nasib yang tragis kemudian menimpa Marat dan ia tewas dibunuh oleh seorang wanita dari pihak pemberontak, Coday. Pada lukisan ini yang menarik adalah David menggambarkan Marat sebagai seorang saint dan bukanlah seorang yang jahat pada masa revolusi tersebut. Dari lukisan ini, dapat dilihat bahwa Marat tewas dalam sebuah ruangan yang sempit dan gelap dan hanya disinari oleh sebuah cahaya yang kecil. Kronologis peristiwa ini kemudian diterapkan ke dalam desain bangunan.
Site terletak pada pinggir sungai dimana terdapat sebuah bukit yang terjal. Pendekatan desain pada bangunan ini cukup kontras. Berangkat dari kata ‘tajam’ yang menggambarkan lukisan tersebut, desain tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk diagram 2 dimensi dan 3 dimensi. Space yang tercipta tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bangunan dan disesuaikan dengan fungsi dan programnya.
Pemilihan program pada bangunan yang kemudian berfungsi sebagai wine house, berawal dari keterkaitan sejarah dan tempat terjadinya revolusi Perancis. Pada masa revolusi, wine sudah diproduksi dan menjadi minuman kebanggaan bagi keluarga bangsawan. Proses menikmati wine juga hampir sama dengan proses menikmati lukisan, sehingga kedua program ini digabung menjadi satu.
Penggabungan antara diagram dan program dapat terlihat pada bangunan ini dimana terdapat repetisi kedua bentuk segitiga yang saling berlawanan dan kemudian terdapat sebilah kaca yang membelah kedua bagian tersebut. Pada bangunan ini juga dapat dilihat repetisi bentuk yang sama. Satu berfungsi sebagai eksterior yang berfungsi sebagai ramp dan juga tempat duduk untuk menikmati lukisan yang ada di luar dan satu lagi berada di interior yang berfungsi sebagai ramp.
Sekuens ruang juga diatur sedemikian rupa untuk menyerupai sekuens yang terjadi pada lukisan. Berawal dari eksterior yang kemudian diantarkan pada sebuah ruang yang gelap dan sempit dan kemudian berakhir pada sebuah ruangan yang hanya diterangi oleh sebuah cahaya kecil yang berasal dari kaca pada bagian atas bangunan. Bagian klimaks tersebutlah yang berfungsi sebagai ruang minum wine bagi user sambil melihat lukisan the death of marat.
Lantai di atasnya merupakan bagian servis sehingga user tidak diperkenankan melihat ataupun mengetahui proses pembuatan dan penyediaan wine, sehingga user dapat fokus pada wine dan juga lukisannya.
Rothko dan lukisannya, sangat identik dengan kata “mencekam” yang
dapat ditranlasikan sebagai suatu keadaan yang membuat kita merasa
tersudut dan resah. Lukisan-lukisan Rothko pada umumnya memiliki warna
yang sendu, memiliki arti yang dalam, serta berkesan miris. Itulah
yang membuat saya memilih kata “mencekam” sebagai ciri khas Rothko,
dan hal itu pula yang menginspirasi saya untuk mentransformasikan
kata-kata tersebut ke dalam bentuk visual.
Kevin Low's Opening Lecture about Tectonic and Site Observation.